Thursday, 22 September 2016

[Cerita Fiksi] It's Always You. Always Been You.. - Bagian 3

Bagian#3

 

BANDUNG, SUATU HARI DI BULAN MAY 2016.


Itu aku. Masih duduk sendiri di depan kursi favoritmu.
Itu aku. Ditemani secangkir kopi. Tanpa kamu di kursi itu.

punya Putri Raya, si penunggang Naga
Tulisan kecil di punggung kursi itu masih terbaca. Tidak pudar sama sekali. Seperti baru kemarin.

Aaahh,,rindu rasanya. Wajah usilmu saat menuliskan itu masih jelas terlihat. Tawamu yang cengengesan itu masih terdengar dekat.
Aku tersenyum kecil mengingat semuanya.

Kuteguk kopi. Seiring kopi itu menyentuh lidahku, kepahitan itu pun muncul lagi.

Ya, kepahitan yang menurutmu bisa dinikmati. Kamu selalu berkata itu "selain hidup, kopi adalah kepahitan yang bisa kita nikmati".
Seperti ada yang tertahan di dada ini. Ingin sekali berkata “Putri penunggang Naga, sudahilah petualanganmu..ayo, jalan bersamaku”

Dan sekali lagi, aku pun larut dalam lamunan..

-----------------

BANDUNG, SUATU HARI DI BULAN SEPTEMBER 2002.


“ah,,begitu. Sip2, thanks ya, Fik infonya.” setelah mengerti situasinya, aku pun pergi meninggalkan Fika.

“haha..ada ada saja itu anak, masuk ke sekolah orang cuma buat nyampein salam dari temannya” batinku.
-----------------

Aku tersenyum geli saat melangkah keluar dari kelasnya Fika.

"Raya..raya..ada-ada saja kamu" gumamku.

Tuhan memang baik, aku diperkenalkan dengan seorang perempuan seru dengan cara yang tidak biasa. Ah, menarik sekali.

-bel sekolah berbunyi-

Aku dengan refleks mempercepat langkah kaki ku untuk kemudian menaiki tangga menuju kelas saat tiba-tiba ada yang memanggil.

"hey,,Ri..Riri!"

Aku melihat sekitar untuk mencari sumber suara tersebut.

Dan ya, aku menemukan sosoknya di taman seberang koridor sana, bagian sekolah yang berbeda dengan sekolahku.

Itu dia, Raya, yang ketika aku melihat ke arahnya dia mencoba menyamar menjadi batang pohon. Usaha penyamaran yang gagal namun berhasil memunculkan senyum di bibirku. "haha"

"hey, neng!" sembari membalas sapaan tersebut aku melangkah mendekat.

Namun..

"stop, Ri! jangan jalan lagi" katanya tiba-tiba. Mukanya tiba-tiba berubah menjadi panik.

"hah? ada apa, Raya?" aku kaget dan seketika itu berhenti juga.

"...." dia seperti memberi kode kepalanya. Menggelengkan kepalanya, seperti ingin menunjukan sesuatu dengan kepalanya.

"apa?" aku mengerenyitkan dahi. Bingung. dan agak mulai panik juga

Aku mulai membuat gesture kebingungan. Menolehkan kepala untuk mempelajari keadaan.

"ini..hmm..ini" Raya mencoba menjawab sambil kebingungan.

"ada apa?" aku bertanya lagi.

"ini lho..ada roti buat kamuu!! hahaha.." serunya dengan semangat. Berubah 180 derajat dari wajah paniknya tadi.

"sini, Ri! enak lho rotinya!" ujarnya sambil melambaikan tangannya ke arahku.

Aku pun tersenyum.

"kena dikerjain deh.." ujarku dalam hati.

Aku melangkah kan kaki ke arah Raya untuk mengambil roti tersebut.

Namun tiba-tiba..

"Eh neng Rayaa! sedang jadi pohon?" Sesosok bapak-bapak yang sepertinya guru, tiba-tiba muncul dari samping Raya.

Iya, seperti guru. Kenapa aku bilang seperti itu, ah, kamu harus lihat sendiri, Bapak itu gayanya keren. Rambutnya di potong "bob" di bawah telinga. Pakai kemeja dikeluarin. Kerenlah! menurutku sih begitu.

"eh,,Bapak..iya, Pak. Lagi nyoba jadi pohon.." jawab Raya usil sambil tertawa kecil.

"hahaha..aya-aya wae neng Raya mah (ada-ada saja neng Raya).." si Bapak kembali menjawab.

Aku bisa mendengar percakapan tersebut, jelas, karena memang koridor ini lebarnya hanya sekitar 7 meter saja.

Raya melirik sedikit ke arahku seolah berkata "eh, nanti lagi aja ke sini nya"

Namun, ternyata si Bapak melihat lirikan Raya, dan beliau pun langsung menolehkan wajahnya ke arahku.

Langkahku terhenti. Aku mencoba membaca situasi terlebih dahulu.

Si Bapak kembali menghadapkan mukanya pada Raya sambil berkata

"Siapa itu teh, neng?"

Raya berkata seraya mendekatkan mulutnya pada kuping si Bapak. Raya membisikan sesuatu.

Si Bapak tersenyum kecil sambil menoleh kepadaku.

"Sini, Dek.." ujar si Bapak kepadaku.

"eh..iya..iyaa" aku menjawab sambil bingung.

Aku lanjutkan langkah kaki untuk mendekat.

Segera setelah aku sampai di tempat mereka berdiri, si Bapak berkata.

"ini, ambil roti dari neng Raya. Sekarang neng Raya mau belajar dulu sama Bapak..jangan ganggu dulu ya!" wajah ramahnya ditutup dengan wajah sok galak, namun berwibawa dan bersahabat.

Mereka kemudian berbalik dan berjalan menuju kelas yang tak jauh dari taman tersebut.

Raya berbalik sebentar ke arahku sambil mengacungkan 2 jempolnya. Oh iya, tidak lupa juga settingan wajah seru dan usilnya.

Aih..lucu sekali dikau, Rayaa..

Belakangan, aku tahu kalau Bapak tersebut adalah Guru Fisika di sekolah nya Raya. Kesan ramah dan ke-bapak-an yang tadi ditunjukan ternyata berbeda dengan cerita yang kudengar. Beliau adalah salah satu guru "killer" di sana. Tapi memang, pada murid-murid favoritnya, beliau akan bersikap sangat ramah dan hangat.

Aku pun lalu putar badan untuk kembali berjalan ke sana. Ke arah tangga untuk kemudian menaikinya dan menuju kelas.

Masih terbayang wajah Raya ketika menjahili ku tadi. Dasar kamu..seperti tahu bagaimana membuatku panik.

Aku tersenyum kecil sambil bergumam

"ah..seru sekali hidup ini.."

----------------------------

12.45 WIB

-Bel Berbunyi-

Ini adalah bel penanda berakhirnya kegiatan belajar-mengajar hari ini. Iya, ini bel pulang sekolah. Pasti kamu juga senang kan mendengarnya.

Seperti biasa, aku selalu bertahan di kelas untuk menyelesaikan PR yang diberikan hari ini. Namun, aku tidak sendirian siang itu. Duduk juga Anggi di kelas. Anggi Anggraeni. Temanku dari SMP.

Kebetulan, hari ini ada PR Kimia dan Fisika, dua pelajaran yang menurut Anggi, adalah keahlianku. Padahal, keahlian dari mana, Kimia kan baru dapat beberapa bulan ini, selain itu, aku juga sering tidur dan baca komik di kelas. Tapi, ya sudahlah, setidaknya kalau nanti PR ku dikumpulkan dan banyak salah, aku tidak sendiri. hehe

Tidak butuh waktu terlalu lama untuk menyelesaikan kedua PR tersebut, yang lama, adalah mengajarkan Anggi bagaimana aku bisa mendapatkan angka-angka tersebut.

Tapi, ini bukanlah kali pertama aku belajar bersama Anggi. Dulu, ketika SMP, Anggi juga pernah mengajak beberapa teman untuk belajar bersama. Namun, karena memang aku anak yang egois dan tidak mau mengalah serta tidak sabaran, satu per satu temanku berhenti belajar bersama.

Hanya Anggi yang tahan dengan sikapku.

"gimana, nggi? udah ngerti belum?" aku bertanya pada Anggi.

"hmm, udah-udah.." jawab Anggi sambil masih terlihat serius mengerjakan soal terakhir.

"nanti kalau masih bingung, telpon aku aja ya" aku berujar padanya sambil beres-beres tas.

Anggi melihatku sebentar untuk kemudian berkutat dengan PR-nya lagi,

"eh, kamu mau kemana, ki?" dia bertanya kemudian.

"oh,,nanti mau main bola abis ini. Ada latihan ekskul bola" jawabku sambil memakai jaket dan kemudian duduk kembali di depannya.

"awas, hati-hati, jangan berantem yaa.." katanya memberi tahu.

"haha..ngga lah, baru masuk juga lagian.." jawabku.

"hati-hati, kamu kalau udah di lapangan kan jadi beda. Jadi brutal..hahaha" dia berujar.

Anggi memang cukup tahu bagaimana sifatku.

Anggi adalah teman sekelas di masa 2 tahun terakhir SMP ku, selain itu, entah karena apa, mungkin karena sering baca komik "SHOOT!", Anggi pun bersedia menjadi manajer tim sepakbola kelasku.

Jadi cukuplah itu menjelaskan semua.

"eh, masih banyak ga?" aku bertanya.

"satu soal lagi, sih. Sama mau nge-cek lagi PR Kimia nya.." ia menjawab.

"kenapa? udah mau ke lapangan?" lanjutnya bertanya.

"oh, ngga sih..kalau masih lama, aku mau shalat dulu ya ke atas" aku menjawab.

"oh ya udah..shalat aja dulu" kata Anggi.

"ok. Sebentar ya, Nggi..aku tinggal dulu.." ujarku pada Anggi.

Aku pun beranjak dari kursiku untuk kemudian jalan keluar kelas dan menuju masjid.

-----

13.30 WIB

Itu aku, yang sedang memakai kaos kaki setelah selesai shalat.

Aku pun segera turun untuk kembali menuju kelas.

Tepat di depan kelas, aku berhenti sejenak karena mendengar ada suara orang bercakap-cakap dari dalam kelas.

Aku lihat ke dalam lewat jendela jendela kelas.

Ah..ternyata Anggi sedang berbincang dengan temannya.

Tampak belakangnya seperti aku kenal. Rambut panjang itu rasanya tidak asing dimataku.

"Raya?..apa mereka sudah saling kenal?" tanyaku dalam hati.

Aku pun melanjutkan langkah untuk segera masuk kelas dan mendapati kedua perempuan itu masih tetap bercakap-cakap.

Anggi berbincang sambil masih menulis dibukunya.

Aku mendekat perlahan.

Anggi mengangkat kepalanya menyadari aku datang.

Aku beri isyarat kepada Anggi untuk diam tidak menyapaku. Aku ingin mengagetkan Raya. Iya, ingin membalas keusilannya di jam istirahat tadi.

"haha..kena kamu Rayaa.." gumamku dalam hati.

aku pun semakin mendekat, seraya bersiap untuk mengagetkannya.

1...2...3.....

"HUAAA!! AKU NAGAAA!!" aku berteriak seru sambil melompat ke samping meja mereka berdua dan memasang pose ala monster siap menerkam mangsanya.

kedua perempuan tadi, berteriak refleks menandakan keterkejutannya.

"AAAAAAaaaaAAAaaaAAA" mereka berteriak bersamaan.

Anggi yang memang menghadap ke arahku langsung membelalakan matanya.

Raya, langsung membalikan wajahnya sembari memasang muka gusar.

"Hahahahaha..hahahahaha" aku tertawa puas sekali melihat wajah gusar dan kaget Raya.

"kena kamu aku bales.." ujarku dalam hati.

1..2..3..4..5

Tunggu, tunggu,,kenapa hanya aku yang tertawa. Raya kok ga ikutan ketawa?

"Ki! apaan sih kamu! bikin kaget aja tahu!" Anggi berseru kepadaku.

"Iyaa..apaan sih maneh (kamu, dalam bahasa sunda yang tidak halus)?!" ujar Raya gusar.

hah?! maneh!? Raya ga pernah bicara seperti itu sama aku.

Apa dia beneran marah?!

"Rayaa..kamu marah?"

"aku cuma bercanda kok. Maaf kalau kelewatan yaa.." aku berkata seraya mengulurkan tangan untuk meminta maaf.

"Iki apaan sih..!?" Anggi berkata keheranan sambil menatapku.

"loh..iya, mau minta maaf sama Rayaa.." ujarku menatap Anggi.

Anggi menatapku. Kemudian dia menatap Raya.

"apaan sih ki..salah kamu.." Anggi berkata padaku seraya memberikan isyarat gelengan kepala.

Wah..ada yang salah ini sepertinya?

Aku menatap Anggi..lalu menatap Raya..

"Eh, Raya kan!? Raya Nirwani?" aku berkata padanya sambil memberikan isyarat

"aku kenal kamu kan!?" kataku lagi.

Raya bingung. Atau, tepatnya, orang yang aku kira Raya memasang wajah bingung..

"ahahaha..bukan tahu, Ki..ini.." Anggi tertawa dan berkata, tapi kemudian aku potong perkataannya..

"Raya, anak SMA sebelah kan?"

"Bukaaan..kamu salah ikii..ini.." belum selesai Anggi bicara, orang yang kusangka Raya memotong..

"Dinda..aku Dinda.." sambil tersenyum kecil melihat kebodohanku.

"Ah, ga mungkin.." aku masih menolak kesalahanku.

Ini Raya kok..mana mungkin aku salah. Ini wajah perempuan yang sudah 2 hari sering membuatku tersenyum sendiri.

"kok..ga mungkin? kenapa memang?" ujarnya sambil mengulurkan tangan untuk berkenalan.

Iya, sepertinya sih begitu. Mengajaku berkenalan.

"eh..oh..eh.." aku kikuk

"ga mungkin kenapa? iki? eh siapa tadi namanya?" dia bertanya sambil melihat Anggi.

"Iki..namanya sih Rizki.." Anggi menjawab.

Tangannya masih terulur untuk menunggu tanganku menyambutnya dan lalu berkenalan.

"eh iyaa..soalnya kamu mirip banget sama Raya.." aku menjawab.

"Aku Rizki.." aku pun mengulurkan tangan.

"Raya siapa memangnya, ki? Pacar kamu?" tanya nya penuh selidik sebelum menerima jabatan tanganku.

"bukan sih.." jawabku.

Tangan kami mendekat dan itu sudah dekat sekali tangan kami akan berjabat, tapi lalu..

"Eiittss" dia berseloroh jahil sambil menarik tangannya dan menepuk kepalanya sendiri.

"Ah,,,aku kira kita sudah pacaran.." ujarnya lagi.

HAH!?

TUNGGU..

GIMANA-GIMANA..??

tenang, kekagetan itu hanya ada di pikiranku. Aselinya sih aku cuma bisa "eh..."

Iya. cuma "eh.." dan muka bingung.

Mungkin campur tampang bodoh jugaa..

"HAHAHAHAHAHA"

tawa Anggi dan Dinda pun lepas..

Wajah mereka puas sekali nampaknya.

Aku? Ya aku masih bingung..

"jadi gimana?" aku bertanya kebingungan.

"Riri..riri..kamu tuh polos banget sih orangnya.." katanya

"iya, aku Raya..Raya yang tadi siang kasih roti ke kamuu.."

Ah...kena aku dikerjainya lagi..

"hahaha..hahaha" aku ketawa garing.

2 kali hari ini sudah dikerjai oleh Raya.

"Nggi..kok gitu sih..??" aku bertanya dengan muka bodoh ke Anggi,

"hahahaha..iki..iki..seru sih liat kamu kaget dan bingung kayak tadi.." Anggi menjawab

"tadi sebenernya aku udah agak sangsi juga kalau rencana ini bisa berhasil.." kata Anggi sambil menatap Raya.

"ahaha..tenang, rencana Raya itu udah mateng, Nggi..ga ada yang luput dari skenario kan?" ujar Raya pada Anggi, sambil meliriku dengan wajah kemenangan.

"duh..ampun deh..temen-temen pada jail gini sih.." aku berkata sambil melihat mereka tos.

"Jadi..Raya ini temen SD ku dulu, Ki..dan kebetulan juga memang kita ini tetanggaan.." Anggi menjelaskan semuanya panjang lebar.

Aku sih ga peduli. Suara Anggi hanya menjadi backsound kejadian saat itu saja.

Aku cuma merhatiin wajah manis nya Raya yang sedang tersenyum senang merayakan kemenangannya. Semuanya seperti menjadi pelan.

Dan fokus pun hanya kepada Raya.

---------------------------

Kebetulan yang luar biasa kan? kamu juga pasti mengakuinya kan? Ayolah, akui saja..kamu juga kalau ada di posisiku pasti akan kebingungan..

Ah,,tapi sayang kamu ga di sana. Kalau iya, kamu pasti aku setuju dengan perkataanku ini.

"Rayaa..rayaa..kamu kok gemesin siih.."

Ya..dialah Raya, yang entah semenjak kapan selalu aku sertakan namanya di setiap doaku. Memohon pada Tuhan untuk menjadikannya istriku.

------ BERSAMBUNG


Wednesday, 7 September 2016

GO-DEK: Terobosan Transportasi Umum dan Konspirasi Di Belakangnya! (untuk pemula)

DISCLAIMER: penulis blog ini hanyalah pengamat amatiran yang banyak sekali terpengaruh film-film dan literature konspirasi. dengan membaca ini, berarti kamu sudah rela untuk terjerembab masuk dalam teori konspirasi yang penulis jabarkan. Bilamana ada kemiripan nama tokoh, tempat dan kejadian, bias dipastikan itu hanya kebetulan semata. ENJOY!

Ya, kamu bukanlah satu-satunya orang yang menganggap ini adalah satir dari GO-JEK. Tapi percayalah, kamu dan orang sejenis kamu lainnya telah salah menganggap tulisan ini. Bahkan sebelum kamu sempat selesai membacanya. Maka sebelum semuanya terlanjur, silahkan simak beberapa hal berikut:

Definisi Tambahan

"Godek", /go·dek/ /godék/, berarti cambang.

"Cambang", /cam-bang/, berarti adalah rambut halus yang tumbuh di daerah muka, tepatnya di sekitar pipi.

"Godek", /go-dek/, dalam bahasa sunda berarti geleng-geleng.

"Godek", /go-dek/, dalam bahasa Palembang berarti mengacu pada suatu keadaan dimana ban sepeda kamu longgar dan tidak berada pas di porosnya.

Ah, tapi bukanlah itu yang mau dibahas. Kamu juga pasti sudah tahu kan. Tapi GO-DEK, oh dear, kamu pasti belum tau. Ok, kamu tahu. Tapi kamu pasti tidak tahu konspirasi di belakang itu semua!



Sejarah GO-DEK

"GO-DEK", berarti mengacu pada suatu merk yang akhir-akhir ini telah menjadi fenomena di dunia parallel milik pengamat gadungan, sebut saja Bumia (bukan dunia lho ya). Merk tersebut memberikan pelayanan jasa transportasi. Orang, makanan, hewan, tumbuhan, mantan (#eh)..ya itulah semua. Sebut benda yang ada dipikiran kamu sekarang, niscahya GO-DEK pasti bisa mengantarkannya kemana pun kamu mau. Didirikan pada 2010, GO-DEK diklaim sebagai transportasi local asli dan pertama. Entah dimana maksudnya "asli dan pertama", mungkin di Dakarta, sebuah kota tempat merk ini pertama kali jadi buah pembicaraan orang-orang.

Namun, 2010 bukanlah panggung yang pas untuk GO-DEK. Platform internet yang dipakai untuk menawarkan jasa ini, di tahun tersebut, masih menjadi hal yang merepotkan. Kamu, di masa lalu, juga mungkin seperti kebanyakan orang. Menganggap memesan sesuatu dari Internet tidaklah lebih praktis daripada kamu mengangkat telpon untuk meminta tolong sama mantanmu untuk antar-jemput kamu.Sekarang, akuilah, abang-abang GO-DEK itu bahkan lebih berjasa untukmu dibandingkan mantan atau pacarmu itu.

Di tahun 2010, bahkan order yang diterima GO-DEK tidak lebih dari 1000 order per bulannya. Tapi lihatlah, Tuhan selalu baik dengan orang-orang yang tidak kenal lelah dan konsisten memperjuangkan mimpinya.

Evolusi GO-DEK

Sekarang, di tahun 2016, order yang diterima GO-DEK sudah mencapai 50,000an per harinya. Tidak percaya? silahkan kamu cek di google dan buktikan sendiri. Walaupun sempat di demo besar-besaran di akhir tahun 2015 dan awal 2016, namun itu tidak membuat GO-DEK surut. Bahkan, dari situ, setelah berhasil menarik empati kamu dan sebagian besar golongan menengah Dakarta, nama GO-DEK pun semakin berkibar. Maka, jangan heran bila sehari-hari kamu mendengar celotehan seperti

Mau ke kantor "ah gampang, GO-DEK in aja.."

Mau makan tapi mager "ah gampang, GO-DEK in aja" ckckck..kamu bahkan sudah lupa dengan jasa 14045 yang dulu selalu ada tiap kamu kelaparan di malam-malam melek (a.k.a. pagi-pagi buta)

Nyasar? Ga tau tempat atau jalan? Google Maps dianggap cupu? "tenang, ada GO-DEK, abangnya tahu pasti" ckck..ditahap ini bahkan kamu sudah menganggap abang GO-DEK lebih tahu segalanya dibanding google.

Dan sederet celotehan lain yang sangat beragam.

----------------

Sampai sini, pasti kamu mulai berpikir

"ah, ini sih aku juga tahu"

"mana konspirasinya nih.."

Well then, kamu minta konspirasi? Baiklah, karena konspirasi yang melibatkan GO-DEK ini sangat banyak, maka akan dibagi 2, konspirasi berat dan ringan.

Teori Konspirasi GO-DEK (versi ringan)

Baiklah, sadarkah kamu semua bahwa ada perilaku dan kebiasaan yang bergeser semenjak GO-DEK booming? Jika kamu tidak sadar, izinkan saya membuka mata dan pikiranmu untuk membantumu kembali dalam kesadaranmu. Inilah kelakuanmu yang berubah semenjak ada GO-DEK! iya, kelakuan kamu itu.

1. Kamu menjadi malas membaca peta dan menghapal daerah-daerah.

Di pikiranmu, selalu ada yang berbisik "tenang, kan ada GO-DEK". Dari situ, kepekaanmu terhadap daerah dan arah jalan pun semakin berkurang. Mungkin, kamu di tahun 2112, sudah mati. Eh, maksudnya kamu di tahun 2020 sudah tidak akan tahu lagi arah. Kamu sama sekali merasa bahwa tidak perlu untuk tahu jalan. Dan mungkin, banyak perempuan-perempuan di masa nanti, akan dengan santai nya bilang "turunin aku di sini! sekarang!" ya..mereka akan lebih merasa aman berada dibelakang abang GO-DEK dibandingkan duduk di samping pak kusir  kamu.

2. Kamu menjadi tidak pandai membuat rencana dan memperkirakan waktu.

Sekarang, kalau kamu hendak bepergian, setidaknya kamu harus survey 3 hal. Lokasi tepatnya ada dimana, apa saja angkutan umum yang harus kamu naiki dan bagaimana kondisi kemacetannya. Dari 3 hal tersebut, kamu akan membuat estimasi waktu dan membawa hal-hal yang kamu perlukan di perjalanan. Kamu ga gitu? oh, mungkin kamu selama ini naik naga kemana-mana ya? Bandingkan dengan adanya GO-DEK, sekarang kemampuanmu untuk memperkirakan sesuatu dan merencanakan sesuatu akan berkurang. Bahkan, bukan tak mungkin kamu sudah tidak bisa lagi memperkirakan waktu. Selalu ada bisikan ini di pikiranmu "tenang, naik GO-DEK mah cepet, motor kan bisa selap-selip"

3. Kamu akan kehilangan skill untuk bernegosiasi.

Ya, kepastian harga yang ditawarkan GO-DEK sebelum kamu menaikinya, membuat kamu tidak perlu bernegosiasi. Hanya ada "mau bayar silahkan naik, tidak mau bayar silahkan cari yang lain". Apa yang terjadi nanti? coba kamu pikirkan, kamu hanya akan menjadi generasi yang menerima. Tidak pernah mempertanyakan, tidak berani mempertanyakan. Kamu lemah! eh, maksudnya lelah. Iya, kalau lelah ya istirahat. -_-

-------------

Yap, 3 itu saja ya. Itu adalah hal-hal esensial yang kamu perlukan untuk survive dalam hidup, Peka Lingkungan, Bisa Membuat Estimasi dan Bisa Bernegosiasi. Kamu harus sadar itu. Ada gerakan besar di belakang nama GO-DEK untuk melemahkanmu. Ada upaya yang membuatmu menjadi manusia-manusia yang memiliki ketergantungan berlebih. Cih! Ini baru konspirasi ringan, belum masuk ke konspirasi beratnya.

Ah, tapi sudahlah, konspirasi ringan pun akan terasa berat untuk kamu di pagi ini. Silahkan tunggu penjabaran Konspirasi Berat di artikel lainnya setelah ini.

Akhir paragraf, izinkan pengamat gadungan sebagai manusia oportunis memberi pesan, gunakan lah fasilitas ini. Tapi ingat, janganlah kamu terlena karenanya. Dan selalu ingat bahwa "di kananku cinta penuh bermadu, di kiriku racunmu" begitulah kata Nicky Astria.

Yak, begitu saja yang mau saya share.

Thank you for using GO-DEK. Hope you enjoyed the ride!

Sunday, 7 August 2016

Persib Menunggu Maung..

DISCLAIMER: tulisan ini adalah opini dari seorang Pandit Gadungan yang minim pengalaman bermain dan tidak punya kapasitas apa-apa dalam melatih. Semua opini yang keluar murni imajinasi dan jeritan hati dari seorang anak bangsa yang terlahir berdarah biru, sebiru Maung Bandungku! Hati-hati terkontaminasi pikiran amatir dari penulis. Jika sudah yakin dan paham, silahkan dilanjut bacanya. Oh iya, bacanya ga usah pakai emosi ya. Enjoy!

Persib Bandung, sejak lama telah dijuluki Maung. Julukan ini bukan tanpa alasan. Maung adalah Harimau. Entitas yang sangat ditakuti dan bersahaja di dalam hutan. Persib, adalah Maung di dunia sepakbola Indonesia. Setidaknya dulu begitu. Dan, 2 tahun belakangan ini juga begitu. Hari ini, bobotoh (sebutan penggemar Persib) bisa jadi adalah fans klub sepakbola paling jumawa di Indonesia. Bagaimana tidak, Persib adalah pemilik piala Liga Indonesia terakhir. Yang dikalahkannya pun bukan klub sembarangan, adalah Persipura klub yang dalam dekade ini adalah klub dengan ciri permainan paling menghibur dan fluid. Sudah jelaslah bagaimana senangnya kami, para bobotoh. Tapi, itu dulu. Musim ini, di kompetisi non-resmi bertajuk Torabica Super Championship 2016 (TSC 2016), Persib Bandung telah berganti pelatih sebanyak 3 kali. Padahal, setengah musim pun belum ada.


(gambar diambil dari jpnn.com/picture/normal/20160225_123516/123516_805976_persib_grafis_radar_bogor.jpg)



Sebagai seorang bobotoh, melihat kekalahan 4-0 atas Semen Padang beberapa minggu kemarin merupakan suatu hal yang sangat menyakitkan. Namun, kekalahan 1-0 di laga terakhir kontra Perseru Serui sungguh mengecewakan. Kekalahan ini adalah kali ke 4 untuk Persib pada TSC 2016. 

4 kekalahan di bawah 3 pelatih yang berbeda, dan kemarin adalah kekalahan kedua di bawah arahan pelatih Djajang Nurdjaman. Mengejutkan? Mungkin bagi kamu iya. Namun tidak bagi seorang Pandit Gadungan seperti saya, mengapa? Karena tidak ada yang spesial dari cara melatih Djajang Nurdjaman. Kalian sebagai bobotoh buta, pasti akan marah membaca tulisan ini. Tapi, marah kalian pun tidak menyelesaikan apa-apa. Maka, izinkan saya sebagai Pandit Gadungan mengupas kekalahan-kekalahan Persib kemarin:

Bhayangkara Surabaya United 4 – 1 Persib Bandung


Ini adalah kekalahan pertama Persib, setelah di 5 pertandingan sebelumnya Persib mengantongi poin 7 dari hasil 4 kali imbang dan 1 kali kemenangan. Di sisi lain, Bhayangkara Surabaya United (BSU) mengumpulkan 5 poin dari hasil 1 kemenangan dan 2 hasil seri. Di atas kertas, harusnya Persib dapat berbicara banyak pada partai tersebut, namun apa lacur, ide gila yang entah muncul dari mana yang membuat Dejan Antonic, pelatih Persib saat itu, memainkan starting eleven yang berbeda pada pertandingan tersebut. BSU, seperti biasa memainkan pola menyerangnya dengan bertumpu pada lini tengah mereka. Dejan yang meninggalkan formula permainannya di loker, mendapat pukulan keras malam itu. Keberanian, jika tidak mau dibilang ke-nekat-an nya, memainkan pola yang berbeda harus dibayar mahal. Ketidakstabilan lini tengah Persib saat itu berhasil menjadi lubang besar yang dimanfaatkan dengan baik oleh Bhayangkara Surabaya United. Apa yang salah? Jelas strategi.

Gresik United 2 – 1 Persib Bandung


Caretaker Harry Setiawan harus melupakan euphoria kemenangan perdananya menukangi Persib Bandung. Setelah mundurnya Dejan Antonic sebagai buntut kekalahan 4-1 atas BSU, Harry Setiawan dipercaya oleh manajemen untuk sementara menahkodai Persib. Sebagai orang yang menemani perjalanan Dejan Antonic di Persib pada perhelatan ISC 2016 ini, Harry berhasil membuat Persib bermain dengan nyaman pada partai yang menjadi debutnya melatih Persib. Bermain dengan pola yang tidak berbeda dengan apa yang diusung Dejan, Harry pun berhasil meraih kemanangan 2-1 atas Mitra Kukar. Namun, seperti yang Pandit Gadungan tulis di awal paragraph ini, ternyata awal manis tersebut tidak dapat menghindarkan Persib untuk menelan kekalahan keduanya pada ISC 2016. Melawan Gresik United di kandangnya, Persib harus kehilangan poin setelah menyerah 2-1. Tidak efisiennya lini serang Persib dalam memanfaatkan peluang, ternyata harus dibayar mahal dengan 2 gol yang disarangkan Gresik United setelah memanfaatkan lemahnya koordinasi pertahanan Persib malam itu. Apa yang salah? Efektifitas pemanfaatan peluang.

Semen Padang 4 – 0 Persib Bandung


Debut manis menjadi penanda kembalinya Djajang Nurdjaman ke kursi pelatih kepala Persib. Namun, seperti yang saya sebutkan di atas, sebenarnya tidak ada yang special dari cara melatih atau pemilihan strategi seorang Djajang Nurdjaman. Maka, kekalahan tinggal lah menunggu waktu. Dan…yap, kita melihat Persib luluh tak berdaya di kandang Semen Padang yang menerapkan pressing tinggi dan permainan cepat sejak menit awal. Gol pertama, yang menurut banyak orang adalah kesalahan Yanto Basna, adalah tanda gugupnya barisan pertahanan Persib yang selalu dibayangi pressing ketat pemain Semen Padang. TIdak hanya Basna, Vladimir Vujovic yang memberikan operan lemah kepada Basna di bawah pressing ketat lini depan Semen Padang juga sama salahnya. Selain itu, posisi Toni Sucipto sebagai fullback kiri yang terlalu jauh dengan CB pun juga tidak ideal. Maka, dari posisi Basna menerima bola, tidak ada pilihan lain bagi dia untuk menarik bola ke belakang setelah menerima operan dari Vlado. Namun, lagi-lagi lini depan Semen Padang berhasil memberikan pressing yang dalam yang mengakibatkan Basna kehilangan bola. Lalu apa yang terjadi selanjutnya, Marcel Sacramento langsung menyambar bola tersebut tanpa basa-basi…GOOOLLL. Selanjutnya, seperti yang kamu sudah tahu kan? Tidak perlu lah dibahas, hanya membuka luka dan kekecewaan saja.

Apa yang salah? Tidak ada. Setidaknya ini yang saya dapat dari hasil press conference Djajang Nurdjaman pasca pertandingan. “Gol cepat Semen Padang membuyarkan strategi saya” sebut pelatih Djajang kala itu. Well, menurut Pandit Gadungan, ini bukanlah jawaban yang harusnya keluar dari seorang pelatih yang katanya prestasinya hanya bisa disejajari oleh Pep Guardiola. Kalau ketinggalan di menit awal, instruksikan tim untuk bermain tenang sesuai rencana. Kalau di 30 menit awal ternyata tidak berubah, maka ubah strategi. Kan seperti itu seharusnya. Tapi, apa daya, ternyata sebelum pertandingan genap 30 menit, I Made Wirawan harus memungut bola dari gawangnya untuk kedua kali malam itu. Ketinggalan 2-0. Lihat bagaimana Basna bukan lah orang yang pas untuk disimpan sebagai CB. Dia sering bergerak terlalu agresif dan tidak penting. Ah..malas mengingatnya. Intinya, di pertandingan tersebut jelas tidak terlihat bagaimana kejelian Djajang Nurdjaman dalam meracik strategi. Apa yang terjadi selanjutnya? Juan Belencoso yang menjadi striker pada partai itu, dikritik habis. Tidak bisa membuat peluang lah, tidak punya skill lah, dll yang berujung pada statement dari Manajer Persib Bandung untuk tidak lagi memakai Belencoso. Statement macam apa ini?! Padahal, saya yang seorang Pandit Gadugan saja jelas bisa melihat kalau permainan Persib tidak berkembang. Tidak kreatif. Kamu bisa lihat juga kan? Kalau tidak bisa lihat, mungkin topi koboy dan kumis kamu ngalangin.

Perseru Serui 1 – 0 Persib Bandung


Saya tidak lihat pertandingannya. Jadi saya tidak bisa tulis apa-apa. Dari pada ngarang, toh? Sudahlah, kalah dari tim yang baru saya dengar namanya tahun ini sudah cukup bercerita banyak tentang performa Persib hari ini.

Lalu, Harus Bagaimana Selanjutnya.


Ok, kamu pasti baca sambil komat-kamit protes “ah, ngomong doang” atau “maneh bisa, ngga?” atau “bacot!” atau “Coach DN kan sudah berhasil, maneh protes aja bisanya” atau “Wasit Goblog” dan lain-lain.

Baiklah, sebagai seorang bobotoh yang juga tukang komentar dan juga merangkap Pandit Gadungan, inilah saran dari saya:

1.    Evaluasi ulang pola 4-4-2 / 4-2-3-1


Magis formasi 4-4-2 atau 4-2-3-1 untuk Persib itu sebenarnya sudah hilang ketika Makan Konate hengkang dan Manajemen gagal mencari penggantinya. Memang Persib punya Robertino Pugliara, tapi, lihatlah bagaimana support dari pemain sekitarnya. Robertino adalah seorang playmaker tim. Bukan tipikal box-to-box seperti Konate dan juga bukan seorang Fantasista. Apa artinya? Dia tidak bisa menciptakan keajaiban sendiri. Support dari pemain disekitar Pugliara harus dekat. Inilah yang tidak diberikan oleh pola permainan Persib saat ini. Dua gelandang sudah di instruksikan untuk menjadi holding midfielder. Iya, Hariono dan Kim Kurniawan. Otomatis, di lini tengah ke atas, hanya ada winger yang berpotensi “membantu” permainan Pugliara. Namun, dari nama-nama seperti Atep, Tantan, Zulham dan David Laly yang kerap mengisi posisi tersebut, jarang ada yang memberikan support itu kepada Pugliara. Mungkin, hanya Atep dan Zulham yang bisa memberikan permainan “tek-tok” dengan Pugliara di tengah karena Tantan dan Laly lebih banyak bergerak di sisi luar. Untuk Laly, patut diberi catatan tersendiri, terkadang, ia seperti tidak diberikan instruksi apa-apa selain berlari dan menjauh ke kiri. Jauh sekali..lalu out. Menyedihkan. Maka lihat apa yang terjadi ketika winger-winger tadi tidak memberikan support kepada Pugliara? Belencoso pun turun ke bawah untuk menjadi “teman” Pugliara di tengah. Sayangnya, Belencoso tidak dianugrahi kecepatan dan kelincahan yang mumpuni sehingga sangat sering terlihat ketika centering dilakukan ke kotak penalty, tidak ada siapa-siapa di sana. Sedih. Dan dimata saya, Sergio Van Dijk pun punya tipikal yang sama. Hanya saja, sepakbola Indonesia sudah merasuki akal sehatnya, sehingga SVD rela berlari “naik-turun” menghabiskan stamina nya dengan tidak efektif. Maka, selama tidak ada yang bisa memberikan support kepada Robertino, selamanya dia akan bermain tidak efektif dan peluang pun akan sedikit tercipta.

2.    Latih pola 3-5-2


Ya, inilah pola klasik sepakbola Indonesia. Dulu, dari jaman Galatama, lalu ke Liga Dunhill, banyak tim-tim di Indonesia memainkan pola ini. Bahkan, formasi ini adalah langganan tim nasional Indonesia di masa lalu. Kenapa pola ini begitu “laku” di Indonesia? Karena, pola 3-5-2 cocok untuk permainan kolektif tim dengan performa fisik yang pas-pas an. Jika kamu ga punya pemain yang bisa memainkan peran holding midfielder dengan baik, ambil pola ini. Jika tim kamu tidak punya pemain yang bisa memerankan fullback dengan baik, pakai pola ini. Jika komposisi tim kamu terdiri dari pemain dengan skill cukup, namun tidak mumpuni, ambil pola ini. Kamu pasti sudah menjadi saksi bagaimana Italy di Euro 2016 kemarin kan? Italy di Euro 2016 kemarin disebut mayoritas pengamat sebagai “the worst Italian team ever”, namun kejelian pelatih Antonio Conte memainkan pola 3-5-2 berhasil membawa Italy ke babak Quarter Final dan hanya kalah “hoki” saat tos-tos an dengan German.

Berkaca pada kesuksesan Conte meramu tim Italy dan melihat squad yang dimiliki Persib saat ini, Pandit Gadungan berpendapat pola 3-5-2 tepat untuk dimainkan oleh Persib saat ini. Lagipula, turnamen ini TSC ini kan tergolong “tarkam”. Ya, tarkam yang naik kelas lah karena disponsori merek terkenal. Tarkam karena tidak akan pernah di acknowledge oleh FIFA. Jadi, ini adalah saat yang tepat untuk mencoba-coba formasi baru. Maka, izinkan Pandit Gadungan ini mengeluarkan pendapat untuk formasi Persib saat ini.

 

KIPER


I Made Wirawan, sebagai sosok paling berpengalaman di pos ini sudah sewajarnya memegang posisi inti. Namun, tidak ada salahnya kan untuk sesekali memainkan pelapisnya.

DEFENDER


Vladimir Vujovic, bek paling agresif dan reliable yang ada di Persib saat ini. Pengalamannya membawa Persib 2 kali juara di musim lalu, membuat semangatnya sangat tinggi saat membela Persib. Maka tidak bisa kamu membiarkan Vlado duduk di bangku cadangan. Menentukan 2 pendamping Vlado di lini belakang Persib saat ini cukup sulit. Minimnya jam terbang dari Diaz Angga ataupun Hermawan membuat kedua pemain tersebut cukup riskan jika dimainkan bersamaan. Namun, memilih Yanto Basna pun bukan tanpa resiko. Baiklah, maka coba kita pasangkan Vlado dengan Purwaka Yudi dan Yanto Basna di belakang. Hermawan bisa sesekali di rotasi di posisi pemain belakang tersebut. Atau, mungkin Toni Sucipto yang dipasangkan di lini belakang ini.

MIDFIELDER


Dalam formasi 3-5-2, 2 pemain di lini tengah berperan sebagai wingback. Ada pemain yang berpotensi mengisi 2 posisi ini di Persib, yaitu Toni Sucipto dan Jajang Sukmara. Toni Sucipto sudah lama bermain di sisi kiri Persib. Namun, posisi natural Jajang yang di kiri pun membawa keraguan apakah dia bisa memainkan peran wingback kanan? Jika, Jajang bisa bermain di kanan sama baiknya dengan saat ia bermain di kiri, maka posisi wingback sudah terisi. Namun, jika ternyata Jajang tidak bisa bermain di kanan sebagus jika ia bermain di kiri, maka alternatifnya adalah memainkan Jajang di kiri dan Diaz Angga di kanan. Toni? Bisa dimainkan jadi CB sejajar di belakang bersama Vlado dan Purwaka.

Dari 5 pemain di tengah, 2 sudah terisi. Tinggal 3 yang kosong, yap mari tentukan apa yang kurang. Potensi Robertino Pugliara jelas sayang jika tidak dapat dioptimalkan. Maka, 1 tempat jelas akan diberikan kepada Robertino. Ia bisa bermain di belakang 2 striker nantinya. Nah, tinggal menentukan 2 pemain yang akan menjadi support Robertino di lini tengah. Jika menginginkan stabilitas lini tengah, duet Hariono – Kim bisa menjadi pilihan. Namun, jika ingin bermain lebih agresif dan menyerang, duet Taufik – Kim bisa dipilih. Mengapa Kim yang regular, bukan Hariono? Pertama, Kim bisa menahan emosi dan agresifitasnya, artinya Kim bisa bermain lebih tenang dibanding Hariono. Kedua, Kim bisa memainkan peran holding midfielder modern. Tidak lama memegang bola dan sabar memainkan bola di tengah dan belakang. Ketiga, usia. Dengan usia yang relative lebih muda, stamina Kim lebih stabil dan untuk proyek jangka panjang, Kim bisa menjanjikan lebih.
Maka, 5 pemain yang akan bermain di tengah adalah Toni Sucipto, Jajang Sukmara, Hariono, Kim Kurniawan dan Robertino Pugliara.

FORWARD


Dalam pola 2 striker, Pelatih bisa memilih 2 pemain dengan tipe berbeda di depan sesuai dengan kebutuhan. Yang jelas, stamina pasti akan lebih terjaga, berbeda dengan pola 1 striker ataupun pola 3 striker tanggung yang kerap dimainkan Persib hari ini. Dengan pola ini, Sergio Van Dijk dan Juan Belencoso tidak dapat dimainkan bersamaan. Either SVD atau Belencoso yang menjadi pin point. Pasangannya, ada 4 pemain yang bisa bermain bagus di sana. Persib punya Atep, Tantan, Zulham dan Syamsul Arief. Melihat stabilitas permainan, Zulham Zamrun bisa dikepankan. Kenapa tidak Atep? Di beberapa musim ini, nampaknya Atep tidak terlalu bagus jika harus bermain full 90 menit. Atep adalah tipe leg breaker. Larinya cepat. Ia cocok dimainkan saat lini pertahanan lawan sudah kehabisan staminanya. Tantan? Dengan kemampuannya untuk beradaptasi dan bermain dengan gigih, Tantan pasti akan sangat berguna untuk “dihabiskan” di satu babak. Atau, jika sayang untuk menghabiskan potensi Tantan di satu babak, Tantan bisa diberikan posisi wingback.

Melimpahnya pemain berkualitas di lini serang Persib, memungkinkan pelatih untuk mengoptimalkan daya juang dan stamina mereka karena rotasi pemain dapat dimainkan sama bagusnya oleh pemain-pemain yang dimiliki Persib di lini depan ini.

Berbeda dengan pola 4-4-2 atau 4-3-3, dengan pola 3-5-2, lapangan tengah Persib bisa dibuat lebih compact. Jarak antar pemain bisa lebih dekat. Harapannya, Robertino bisa dapat support dari duet Hariono-Kim tanpa takut kehilangan support dari kedua sisi yang diisi wingback. Selain itu lini belakang Persib yang diisi 3 CB sejajar juga bisa lebih berkonsentrasi untuk menahan gempuran-gempuran. Terakhir, tinggal kita berharap pada kehebatan lini serang Persib yang sebenarnya di atas kertas adalah termasuk yang paling mengerikan di Indonesia.
---------------

Yap, begitulah Persib versi Pandit Gadungan. Jangan terlalu diambil serius toh Turnamen TSC ini juga bukan turnamen serius, kan? Namun, diluar itu semua, Pandit Gadungan menaruh hormat yang sangat besar pada pelatih Djajang Nurjaman. Ia pasti juga sudah punya plan B jika ternyata pola racikannya mengalami kendala. Yaa, dengan catatan topi koboi dan kumis kamu jangan sampai menghalangi pandangan.

Udah ah gitu aja. SEKIAN.

Salam PANDIT GADUNGAN!

Monday, 27 June 2016

[Euro’16 Series] The Unexpected Round of 16 – Part 3



DISCLAIMER: Tulisan ini merupakan bagian ke-3 dari ke-sok-tahu-an seorang penulis gadungan. Walaupun hingga saat ini tingkat akurasi prediksi gadungan ini di atas 50%, namun tidak bijak jika menggunakan tulisan ini sebagai bahan khutbah. Dengan membaca ini, berarti kamu sudah setuju untuk membiarkan pikiranmu dirasuki oleh imajinasi seorang Pandit Gadungan! Enjoy!

The Expected Result from The Unexpected Round of 16


Ya, hasil yang memang sesuai dengan yang sudah diperkirakan sebelumnya. Perancis harus struggling membongkar “bis parkir” yang disimpan Irlandia di lapangan tadi malam. Beruntung mereka punya Antoine Griezmann yang bisa menjadi juru selamat. 2 gol Griezmann di menit ke 58 dan 61 mengantarkan sang Tuan Rumah melaju ke babak 8 besar, as expected.

Beralih ke Lille, stadion Stade-Pierre-Mauroy menjadi saksi kedigdayaan German atas Slovakia. Setelah unggul cepat di menit 8, hasil dari tendangan keras Jerome Boateng, German menjalani laga dengan tenang dan sesuai perkiraan. Gol dari Mario Gomez dan Julian Draxler mengunci kemenangan 3-0 atas Slovakia sekaligus menjadi tiket masuk German ke babak 8 besar, as expected.

Dari partai Belgia vs Hungaria. Dengan possession football nya, Belgia berhasil mendikte jalannya pertandingan. Kemenangan yang sudah diprediksikan sebelumnya, bahkan oleh seorang Pandit Gadungan, as expected.

Yak, cukup segitu saja bahasan dari pertandingan semalam. Selamat untuk Perancis, German dan Belgia yang sudah berhasil melaju ke babak 8 besar bersama dengan Polandia, Wales dan Portugal! Karena sudah pasti banyak yang akan menulis review pertandingannya, maka Pandit Gadungan tidak akan ikut membahas hasil pertandingan tadi malam. Silahkan cari di situs situs langgananmu. Mari, selanjutnya silahkan kamu resapi tulisan buah dari imajinasi Pandit Gadungan ini untuk pertandingan di hari ke 3 babak 16 besar Euro 2016 ini.
-----------------



 

Senin, 27 Juni 2016.


Italy vs Spain, 23.00 WIB.


Italia, adalah tim yang dari dulu bermain konsisten dengan gayanya. Lupakan Spanyol dan German yang baru menemukan formula permainannya pada dekade ini. Hingga kemarin, Italia memainkan sepakbola dengan gaya yang sama seperti yang mereka lakukan saat Pandit Gadungan menonton partai final World Cup 1994 di USA, 22 tahun yang lalu. Filosofi sepakbola yang diusung nya jelas, pertahanan teratur dan disiplin. Menang, dalam benak setiap pemain Italia, adalah ketika lawan tidak dapat mencetak gol ke gawang. Jika bisa memenangi pertandingan dengan 1 gol, untuk apa repot mencetak gol berikutnya. Jika kita melihat permainan ciamik dari tim ini, sudah barang pasti kalau itu adalah bonus. Kebosanan yang dialami oleh lawannya ketika membongkar pertahanan Italia, sering membuat lengah barisan pertahanan lawan dan disitulah agen lini serang Italia mengambil aksinya. Setelah kehilangan maestro lini tengah semacam Pirlo dan Totti, duet yang menjadi kunci sukses mereka memenangi World Cup 2006, tahun ini Italia versi Antonio Conte menemukan formula menyerangnya melalui gaya tradisional 3-5-2 yang bisa bertransformasi menjadi skema apapun. Dua wingback yang bermain cepat dan kreatif ditunjang dengan stabil nya pembagi bola di lini tengah mereka, membuat dua pemain depan mereka bebas bergerak untuk sekedar mengacaukan barisan pertahanan musuh. Lolos sebagai juara group E setelah membuat permainan Belgia hanya seperti latihan mengoper bola pada partai pertamanya di fasa group, Italia membukukan 1 kemenangan lagi atas Swedia. Walaupun Italia “membuang” partai terakhirnya melawan Ireland, tidak lantas membuat Spanyol bisa bersantai ria menghadapi mereka di babak 16 besar.

Setelah secara mengejutkan finis diperingkat ke-2 di bawah Croatia dan menempatkannya di pot “berbahaya”, nampaknya ini tidak membuat gentar Spanyol. Memainkan possession football yang sudah menjadi ciri khas mereka di 10 tahun belakangan ini, seharusnya mudah bagi Spanyol untuk memuncaki group D. Namun ternyata permainan “santai” Spanyol di partai terakhir melawan Croatia di fasa group, dimanfaatkan Croatia dengan baik. Hal ini menjadi catatan khusus, karena pada partai melawan Croatia, Spanyol menurukan squad pemenang mereka. Kelengahan 2 fullback yang memang sering naik membantu serangan menjadi celah yang digunakan oleh Croatia. Jika ingin melaju ke babak selanjutnya, PR lini belakang ini harus segera mereka rapi kan. 

Partai yang mempertemukan Italia dan Spanyol ini disebut-sebut sebagai the early final of Euro 2016. Ya, dua tim ini adalah dua tim kelas juara. Sayangnya, mereka harus berhadapan se-dini ini. Berhadapan dengan tim yang sudah pasti akan menunggu mereka di daerah lapangan permainannya sendiri, membuat Spanyol harus berharap pada magis lini tengah mereka yang dikomandoi Andreas Iniesta dan Cesc Fabregas. Kehilangan sentuhan Xavi Hernandez di lini tengah tampaknya tergantikan dengan lebih “hidupnya” fullback yang mereka miliki saat ini. Kecepatan Jordi Alba dan kejelian Juanfran mengirimkan umpan dapat menjadi pembeda. Namun, sector ini pula lah yang bisa dieksplotasi oleh Italia. Solidnya pertahanan Italia sudah pasti akan “memancing” 2 fullback Spanyol naik membantu serangan. Jika Italia dapat memanfaatkan celah ini, serangan balik cepat dan efektif dari Italia sudah pasti akan merepotkan David De Gea. Sama-sama memiliki kiper yang hebat, maka kamu bisa berharap ada suguhan penyelamatan-penyelamatan gemilang malam nanti. Tinggal lihat tim mana yang lengah lebih dulu, itulah yang akan pulang nanti malam. Prediksi sulit, tapi sepertinya Italia dengan pertahanan yang lebih solid lah yang akan memenangkan partai final yang kepagian ini. Skor 2-1 untuk Italia yang akan ditentukan pada babak perpanjangan waktu!

England vs Iceland, 02.00 WIB (Selasa 28 Juni 2016).


Komposisi Inggris tahun ini dijejali dengan pemain Tottenham Hotspurs. Ini bisa menjadi sinyal baik karena pasti permainan mereka akan lebih fluid. Tidak seperti Inggris di tahun-tahun sebelum ini. Namun, apakah ini pertanda bagus mengingat Spurs hanya finish di peringkat ke 3? Well, performa di fasa group sedikit banyak bisa menjawab pertanyaan itu. Kyle Walker dan Danny Rose di fullback mereka, Dele Alli dan Eric Dier di lapangan tengah serta Harry Kane di depan menjadi pelengkap pasukan Spurs di squad besutan Roy Hodgson pada Euro 2016 kali ini. Untuk performa fullback, peran yang diperlihatkan dua Spurs tadi cukup untuk mengangkat permainan tim yang sering buntu di tengah. Ya, buntu di tengah. Nampaknya Wayne Rooney yang disimpan sebagai holding midfielder oleh Hodgson kerepotan menjalani peran sebagai pembagi bola. Kenapa? Jawabannya ada di performa Eric Dier. Dier bermain sangat malas sebagai seorang holding midfielder. Apa karena di Spurs Dier terbiasa bermain dengan Cristian Eriksen yang punya kecepatan dan daya jelajah lebih tinggi dibanding Rooney? 3 partai di fasa group, menunjukan peran Rooney sebagai pembagi bola tidak dapat dilaksanakan dengan baik. Memang, kehadirannya di lini tengah bisa membuat kestabilan, namun impact nya untuk lini serang Inggris masih minim. Selain persoalan holding midfielder, nampaknya Hodgson juga harus memikirikan solusi untuk “penyakit” yang sering menyerang Rahem Sterling. Sterling ini sebenarnya berpotensi, namun visi permainannya yang tidak jelas kerap hanya membuang energy nya untuk lari kesana-kemari. Jika Hodgson bisa mencari solusi untuk dua hal di atas, sudah barang pasti Inggris dapat melaju lebih jauh.

Islandia. Sama seperti tim kuda hitam lainnya, Pandit Gadungan tidak memiliki data yang cukup untuk mengupas permainan tim ini. Finis sebagai runner up group F setelah berhasil mengantongi 1 kemenangan dan 2 hasil imbang. Islandia mempertontonkan sepakbola bertahan dengan berharap pada skema serangan balik, tipikal tim kelas 2. Namun, ada yang perlu dicatat di sini, pertahanan solid dan disiplin yang mereka peragakan berhasil membuat permainan Portugal yang dipimpin oleh Christiano Ronaldo mati kutu. Skema permainan yang menjadi kunci mereka mendapatkan tiket ke babak final Euro 2016. Performa ciamik mereka lah yang membuat kamu tidak bisa menyaksikan Belanda berlaga pada Euro 2016 ini. Hanya kalah 2 kali pada penyisihan Euro 2016 membuat mereka tidak dapat dianggap remeh. Bukan tidak mungkin, jika Inggris gagal memainkan possession football dengan baik, Inggris akan menjadi korban berikutnya!

Partai ini akan menjadi bukti kejelian Roy Hodgson dalam meracik strategi. Celah yang menganga tadi sangat jelas. Jika Rooney atau siapapun yang nanti berperan sebagai seorang pembagi bola tidak dapat dimaksimalkan, Inggris dalam bahaya. Sekedar possession football saja tidak cukup untuk mengalahkan Islandia. Portugal dan Belanda sudah menjadi korbannya. Harry Kane bisa dipasang sebagai ujung tombak untuk mengimbangi fisik yang dimiliki oleh para pemain bertahan Islandia. Sterling bisa dimaksimalkan untuk mengeksploitasi pertahanan Islandia. Mungkin ini akan menjadi partai yang membuat Inggris frustasi, namun bukan berarti mereka tidak dapat memenangi partai ini. Jika Hodgson dapat memanfaatkan pergantian pemain dengan baik, Inggris dapat melaju ke babak 8 besar. Skor 2-1 untuk Inggris malam nanti!
----------------

Dengan ini, peserta 8 besar pun sudah lengkap. Italia dan Inggirs akan bergabung bersama Polandia, Wales, Portugal, Perancis, German, Belgia. Silahkan catat prediksi di atas dan bandingkan hasilnya nanti. Jadilah saksi bahwa nama Pandit Gadungan bukan hanya sekedar isapan jempol!

Udah ah, gitu aja. SEKIAN.

Salam Pandit Gadungan!