Showing posts with label Babak 16 Besar Euro 2016. Show all posts
Showing posts with label Babak 16 Besar Euro 2016. Show all posts

Monday, 27 June 2016

[Euro’16 Series] The Unexpected Round of 16 – Part 3



DISCLAIMER: Tulisan ini merupakan bagian ke-3 dari ke-sok-tahu-an seorang penulis gadungan. Walaupun hingga saat ini tingkat akurasi prediksi gadungan ini di atas 50%, namun tidak bijak jika menggunakan tulisan ini sebagai bahan khutbah. Dengan membaca ini, berarti kamu sudah setuju untuk membiarkan pikiranmu dirasuki oleh imajinasi seorang Pandit Gadungan! Enjoy!

The Expected Result from The Unexpected Round of 16


Ya, hasil yang memang sesuai dengan yang sudah diperkirakan sebelumnya. Perancis harus struggling membongkar “bis parkir” yang disimpan Irlandia di lapangan tadi malam. Beruntung mereka punya Antoine Griezmann yang bisa menjadi juru selamat. 2 gol Griezmann di menit ke 58 dan 61 mengantarkan sang Tuan Rumah melaju ke babak 8 besar, as expected.

Beralih ke Lille, stadion Stade-Pierre-Mauroy menjadi saksi kedigdayaan German atas Slovakia. Setelah unggul cepat di menit 8, hasil dari tendangan keras Jerome Boateng, German menjalani laga dengan tenang dan sesuai perkiraan. Gol dari Mario Gomez dan Julian Draxler mengunci kemenangan 3-0 atas Slovakia sekaligus menjadi tiket masuk German ke babak 8 besar, as expected.

Dari partai Belgia vs Hungaria. Dengan possession football nya, Belgia berhasil mendikte jalannya pertandingan. Kemenangan yang sudah diprediksikan sebelumnya, bahkan oleh seorang Pandit Gadungan, as expected.

Yak, cukup segitu saja bahasan dari pertandingan semalam. Selamat untuk Perancis, German dan Belgia yang sudah berhasil melaju ke babak 8 besar bersama dengan Polandia, Wales dan Portugal! Karena sudah pasti banyak yang akan menulis review pertandingannya, maka Pandit Gadungan tidak akan ikut membahas hasil pertandingan tadi malam. Silahkan cari di situs situs langgananmu. Mari, selanjutnya silahkan kamu resapi tulisan buah dari imajinasi Pandit Gadungan ini untuk pertandingan di hari ke 3 babak 16 besar Euro 2016 ini.
-----------------



 

Senin, 27 Juni 2016.


Italy vs Spain, 23.00 WIB.


Italia, adalah tim yang dari dulu bermain konsisten dengan gayanya. Lupakan Spanyol dan German yang baru menemukan formula permainannya pada dekade ini. Hingga kemarin, Italia memainkan sepakbola dengan gaya yang sama seperti yang mereka lakukan saat Pandit Gadungan menonton partai final World Cup 1994 di USA, 22 tahun yang lalu. Filosofi sepakbola yang diusung nya jelas, pertahanan teratur dan disiplin. Menang, dalam benak setiap pemain Italia, adalah ketika lawan tidak dapat mencetak gol ke gawang. Jika bisa memenangi pertandingan dengan 1 gol, untuk apa repot mencetak gol berikutnya. Jika kita melihat permainan ciamik dari tim ini, sudah barang pasti kalau itu adalah bonus. Kebosanan yang dialami oleh lawannya ketika membongkar pertahanan Italia, sering membuat lengah barisan pertahanan lawan dan disitulah agen lini serang Italia mengambil aksinya. Setelah kehilangan maestro lini tengah semacam Pirlo dan Totti, duet yang menjadi kunci sukses mereka memenangi World Cup 2006, tahun ini Italia versi Antonio Conte menemukan formula menyerangnya melalui gaya tradisional 3-5-2 yang bisa bertransformasi menjadi skema apapun. Dua wingback yang bermain cepat dan kreatif ditunjang dengan stabil nya pembagi bola di lini tengah mereka, membuat dua pemain depan mereka bebas bergerak untuk sekedar mengacaukan barisan pertahanan musuh. Lolos sebagai juara group E setelah membuat permainan Belgia hanya seperti latihan mengoper bola pada partai pertamanya di fasa group, Italia membukukan 1 kemenangan lagi atas Swedia. Walaupun Italia “membuang” partai terakhirnya melawan Ireland, tidak lantas membuat Spanyol bisa bersantai ria menghadapi mereka di babak 16 besar.

Setelah secara mengejutkan finis diperingkat ke-2 di bawah Croatia dan menempatkannya di pot “berbahaya”, nampaknya ini tidak membuat gentar Spanyol. Memainkan possession football yang sudah menjadi ciri khas mereka di 10 tahun belakangan ini, seharusnya mudah bagi Spanyol untuk memuncaki group D. Namun ternyata permainan “santai” Spanyol di partai terakhir melawan Croatia di fasa group, dimanfaatkan Croatia dengan baik. Hal ini menjadi catatan khusus, karena pada partai melawan Croatia, Spanyol menurukan squad pemenang mereka. Kelengahan 2 fullback yang memang sering naik membantu serangan menjadi celah yang digunakan oleh Croatia. Jika ingin melaju ke babak selanjutnya, PR lini belakang ini harus segera mereka rapi kan. 

Partai yang mempertemukan Italia dan Spanyol ini disebut-sebut sebagai the early final of Euro 2016. Ya, dua tim ini adalah dua tim kelas juara. Sayangnya, mereka harus berhadapan se-dini ini. Berhadapan dengan tim yang sudah pasti akan menunggu mereka di daerah lapangan permainannya sendiri, membuat Spanyol harus berharap pada magis lini tengah mereka yang dikomandoi Andreas Iniesta dan Cesc Fabregas. Kehilangan sentuhan Xavi Hernandez di lini tengah tampaknya tergantikan dengan lebih “hidupnya” fullback yang mereka miliki saat ini. Kecepatan Jordi Alba dan kejelian Juanfran mengirimkan umpan dapat menjadi pembeda. Namun, sector ini pula lah yang bisa dieksplotasi oleh Italia. Solidnya pertahanan Italia sudah pasti akan “memancing” 2 fullback Spanyol naik membantu serangan. Jika Italia dapat memanfaatkan celah ini, serangan balik cepat dan efektif dari Italia sudah pasti akan merepotkan David De Gea. Sama-sama memiliki kiper yang hebat, maka kamu bisa berharap ada suguhan penyelamatan-penyelamatan gemilang malam nanti. Tinggal lihat tim mana yang lengah lebih dulu, itulah yang akan pulang nanti malam. Prediksi sulit, tapi sepertinya Italia dengan pertahanan yang lebih solid lah yang akan memenangkan partai final yang kepagian ini. Skor 2-1 untuk Italia yang akan ditentukan pada babak perpanjangan waktu!

England vs Iceland, 02.00 WIB (Selasa 28 Juni 2016).


Komposisi Inggris tahun ini dijejali dengan pemain Tottenham Hotspurs. Ini bisa menjadi sinyal baik karena pasti permainan mereka akan lebih fluid. Tidak seperti Inggris di tahun-tahun sebelum ini. Namun, apakah ini pertanda bagus mengingat Spurs hanya finish di peringkat ke 3? Well, performa di fasa group sedikit banyak bisa menjawab pertanyaan itu. Kyle Walker dan Danny Rose di fullback mereka, Dele Alli dan Eric Dier di lapangan tengah serta Harry Kane di depan menjadi pelengkap pasukan Spurs di squad besutan Roy Hodgson pada Euro 2016 kali ini. Untuk performa fullback, peran yang diperlihatkan dua Spurs tadi cukup untuk mengangkat permainan tim yang sering buntu di tengah. Ya, buntu di tengah. Nampaknya Wayne Rooney yang disimpan sebagai holding midfielder oleh Hodgson kerepotan menjalani peran sebagai pembagi bola. Kenapa? Jawabannya ada di performa Eric Dier. Dier bermain sangat malas sebagai seorang holding midfielder. Apa karena di Spurs Dier terbiasa bermain dengan Cristian Eriksen yang punya kecepatan dan daya jelajah lebih tinggi dibanding Rooney? 3 partai di fasa group, menunjukan peran Rooney sebagai pembagi bola tidak dapat dilaksanakan dengan baik. Memang, kehadirannya di lini tengah bisa membuat kestabilan, namun impact nya untuk lini serang Inggris masih minim. Selain persoalan holding midfielder, nampaknya Hodgson juga harus memikirikan solusi untuk “penyakit” yang sering menyerang Rahem Sterling. Sterling ini sebenarnya berpotensi, namun visi permainannya yang tidak jelas kerap hanya membuang energy nya untuk lari kesana-kemari. Jika Hodgson bisa mencari solusi untuk dua hal di atas, sudah barang pasti Inggris dapat melaju lebih jauh.

Islandia. Sama seperti tim kuda hitam lainnya, Pandit Gadungan tidak memiliki data yang cukup untuk mengupas permainan tim ini. Finis sebagai runner up group F setelah berhasil mengantongi 1 kemenangan dan 2 hasil imbang. Islandia mempertontonkan sepakbola bertahan dengan berharap pada skema serangan balik, tipikal tim kelas 2. Namun, ada yang perlu dicatat di sini, pertahanan solid dan disiplin yang mereka peragakan berhasil membuat permainan Portugal yang dipimpin oleh Christiano Ronaldo mati kutu. Skema permainan yang menjadi kunci mereka mendapatkan tiket ke babak final Euro 2016. Performa ciamik mereka lah yang membuat kamu tidak bisa menyaksikan Belanda berlaga pada Euro 2016 ini. Hanya kalah 2 kali pada penyisihan Euro 2016 membuat mereka tidak dapat dianggap remeh. Bukan tidak mungkin, jika Inggris gagal memainkan possession football dengan baik, Inggris akan menjadi korban berikutnya!

Partai ini akan menjadi bukti kejelian Roy Hodgson dalam meracik strategi. Celah yang menganga tadi sangat jelas. Jika Rooney atau siapapun yang nanti berperan sebagai seorang pembagi bola tidak dapat dimaksimalkan, Inggris dalam bahaya. Sekedar possession football saja tidak cukup untuk mengalahkan Islandia. Portugal dan Belanda sudah menjadi korbannya. Harry Kane bisa dipasang sebagai ujung tombak untuk mengimbangi fisik yang dimiliki oleh para pemain bertahan Islandia. Sterling bisa dimaksimalkan untuk mengeksploitasi pertahanan Islandia. Mungkin ini akan menjadi partai yang membuat Inggris frustasi, namun bukan berarti mereka tidak dapat memenangi partai ini. Jika Hodgson dapat memanfaatkan pergantian pemain dengan baik, Inggris dapat melaju ke babak 8 besar. Skor 2-1 untuk Inggris malam nanti!
----------------

Dengan ini, peserta 8 besar pun sudah lengkap. Italia dan Inggirs akan bergabung bersama Polandia, Wales, Portugal, Perancis, German, Belgia. Silahkan catat prediksi di atas dan bandingkan hasilnya nanti. Jadilah saksi bahwa nama Pandit Gadungan bukan hanya sekedar isapan jempol!

Udah ah, gitu aja. SEKIAN.

Salam Pandit Gadungan!

Sunday, 26 June 2016

[Euro’16 Series] The Unexpected Round of 16 – Part 2



DISCLAIMER: Tulisan di bawah ini merupakan buah imajinasi dari seorang Pandit Gadungan yang miskin data dan fakta. Jika kamu adalah patrol fakta, maka tulisan ini tidak cocok untukmu. Dengan membaca ini berarti kamu sudah mengerti dan mengizinkan Pandit Gadungan untuk memasuki alam bawah sadarmu. Rasakan sensasinya! Enjoy!

The Unexpected Round of 16 – Part 2


Hari pertama dari babak 16 besar baru saja selesai ditandai dengan kemenangan 1-0 Portugal atas Croatia. Portugal pantas berterima kasih kepada Ricardo Quaresma yang mencetak gol penentu kemenangan pada ke 2 babak perpanjangan waktu. Jadi, tingkat kesuksesan prediksi Pandit Gadungan masih di 30%. Namun, lagi-lagi babak 16 besar ini menghasilkan kejutan. Swiss, yang sesuai prediksi akan memainkan possession football ternyata harus kalah melalui adu tendangan penalty 4-5 atas Polandia setelah babak perpanjangan waktu pun tidak dapat mengubah kedudukan 1-1. Polandia berhasil mencetak gol lebih dulu sesuai dengan prediksi, namun ternyata Swiss hanya mampu membalas 1 gol yang membuat pertandingan tadi malam dilanjutkan pada babak perpanjangan waktu. 

Tapi, Pandit Gadungan tidak tertarik untuk membahas pertandingan malam tadi, kecuali hanya berkomentar kagum dan heran kenapa Lukasz Fabianski bisa bermain hebat sekali tadi malam. Terutama penyelamatan gemilang nya saat menghentikan sundulan dari Eren Derdiyok, kalau tidak salah, di babak kedua perpanjangan waktu. Dari 10 penendang saat adu tendangan penalty, hanya Granit Xhaka yang gagal menyarangkan bola pada gawang. Tendangan nya melebar di sebelah kanan gawang dari Fabianski. 

Well, selamat untuk Polandia, Wales dan Portugal yang telah berhasil menjejakan kaki di babak 8 besar. Sampai berjumpa kemudian!




Minggu, 26 Juni 2016.


France vs Republic of Ireland, 20.00 WIB.


Di atas kertas, Perancis yang mengakhiri fasa group sebagai juara pasti lebih diunggulkan ketika menghadapi Irlandia yang lolos ke babak 16 besar sebagai salah satu dari peringkat 3 terbaik. Namun, sang Tuan Rumah nampak punya masalah di lini depan mereka. Lihatlah bagaimana mereka hanya bisa membuat 4 gol dari percobaan menembak ke gawang sebanyak 48 kali. 4 gol yang merupakan sumbangan Dimitri Payet (2), Antoine Griezmann (1) dan Olivier Giroud (1). Memang, jika dilihat formasi yang diterapkan oleh pelatih Didier Deschamps, Perancis memilih untuk menguasai lini tengah dengan menumpuk 5 pemain di sana. Peran Giroud di depan pun sebenarnya adalah sebagai pin point. Namun, jika minim gol ini terjadi karena Perancis berhadapan dengan tim kuat, itu bisa dimaklumi. Tapi, lawan di fasa group adalah tim semacam Swiss, Albania dan Rumania. Tim-tim yang seharusnya dengan mudah diatasi oleh Perancis mengingat mereka punya banyak pemain berkualitas. Satu-satunya alasan masuk akal mengapa Perancis belum menunjukan tajinya adalah karena komposisi tim mereka. Ya, pemain Perancis di Euro’16 kali ini berasal dari banyak sekali klub dan dari liga yang berbeda. Tidak seperti Spanyol dan German yang terlihat lebih solid dalam bermain. Maka, sekali lagi, mungkin Perancis akan menjalani pertandingan yang alot ketika menghadapi Irlandia nanti.

Gol sundulan dari Robbie Brady di menit ke 85 kala melawan Italia di partai terakhir fasa group membuat Irlandia Lolos sebagai peringkat 3 terbaik di bawah Italy dan Belgia. Membukukan 1 kali kemenangan, 1 hasil imbang dan 1 kali kekalahan membuat Irlandia mengantongi poin 4. Dari tim-tim yang berlaga di Euro’16 ini, statistic passes completion Irlandia merupakan 3 terendah dengan 78%. Rata-rata ball possession pun hanya 46%. Terlihat sekali kalau Irlandia bermain Kick n Rush. Dapat bola di belakang, langsung diangkat ke depan. Begitu pola yang mereka pakai. Wajar, karena di fasa group mereka merupakan tim dengan komposisi yang paling minim bintang, jika tidak ingin disebut tidak berbintang. Maka sekali lagi, di pertandingan kontrak Perancis nanti malam, Irlandia akan memainkan gaya sepakbola tradisional dari Britania dengan berharap pada lengahnya barisan pertahanan Perancis yang pasti akan sangat sering naik membantu serangan. Kecepatan milik Wes Hoolahan dan reaksi first touch dari Shane Long diharapkan mampu setidaknya mencuri gol malam nanti.

Dari hasil analisa ngawur di atas, Pandit Gadungan melihat Perancis memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan lebih besar. Ya, walaupun sepertinya akan ditentukan hingga saat-saat akhir, namun kegigihan pemain seperti Payet ataupun Griezmann akan membawa Perancis memenangi pertandingan ini dengan skor 2-1!

Germany vs Slovakia, 23.00 WIB.


Squad German yang terbilang stabil semenjak perhelatan Euro 2012 membuat mereka kembali dijagokan sebagai salah satu kandidat juara pada Euro 2016 kali ini. Namun, ada perbedaan mencolok antara squad Euro 2012, World Cup 2014 dan Euro 2016 kali ini. Joachim Loew kali ini lebih memilih memainkan false 9 dari awal. Memang, false 9 bukan hal baru pada skema permainan German, namun tahun ini Loew memilih Mario Gotze sebagai false 9 di depan ketimbang memasang Thomas Muller. Dari 2 pertandingan awal, terlihat sekali bagaimana Gotze kebingungan ketika berhasil mendapatkan bola. Gotze memang cepat dan pandai mencari posisi, tapi insting alaminya sebagai pemain di belakang striker membuat usaha yang dia lakukan adalah usaha-usaha support, bukan inisiatif untuk menembak ke gawang atau membuat peluang sendiri. Selain itu, permainan dari Julian Draxler kadang kala menghambat efektifitas permainan simple German. Padahal kamu juga tahu, simple football lah yang membuat Brazil harus menahan malu di perhelatan World Cup 2014 kemarin. Sebenarnya bagus punya 2 pemain yang bisa menjadi creator seperti Mesut Ozil dan Draxler. Namun, nampaknya panggung Internasional pertama Draxler ini membuatnya ingin menunjukan siapa dirinya. Akhirnya, kamu pun bisa melihat tidak jarang Draxler lebih memilih membawa bola daripada mengalirkannya dari kaki ke kaki. Sesuatu yang menurut Pandit Gadungan perlu sedikit dikurangi di partai menghadapi Slovakia nanti.

Slovakia. S-L-O-V-A-K-I-A. Tidak ada informasi yang banyak Pandit Gadungan ketahui mengenai tim ini. Selain bahwa mereka hanya kalah 2 kali pada saat kualifikasi Euro’16 ini. Dan jangan lupa, pada pertandingan persahabatan melawan German, 29 May 2016 kemarin, Slovakia berhasil menang 1-3 dari German. Ya walaupun German tidak turun dengan kekuatan terbaiknya, namun terbukti bahwa Slovakia bisa merepotkan mereka. Dengan kehadiran Martin Skrtel dan beberapa pemain senior di lini pertahanannya jelas bisa membuat benteng tangguh. Marek Hamsik yang berperan mengatur serangan dan menjaga stabilitas lini tengah akan menjadi pemain yang patut diwaspadai. Selain itu, Slovakia punya Vladimir Weiss dan Juraj Kucka yang memiliki kecepatan untuk menyisir flank, sisi yang selama ini merupakan titik lemah German.

Summary nya, kalau German masih memasang Gotze sebagai pemain terdepan dengan skema false 9, nampaknya akan sulit bagi German untuk merebut gol. Selain shooting dari jarak jauh, German nampaknya harus berharap pada keajaiban pergerakan Muller di depan. Striker jangkung yang dimiliki oleh Slovakia mungkin beberapa kali akan merepotkan pertahanan German, bahkan bukan tidak mungkin Slovakia bisa mencuri gol. Namun, stabilitas lini tengah jelas akan menjadi harapan German, jikapun Loew tetap memainkan Gotze sebagai false 9, maka dari lini tengahlah harapan gol German dapat terjawab. Ketangguhan lini pertahanan German membuat Pandit Gadungan sedikit yakin kalau Manuel Neuer akan cleansheet. Skor 2-0 untuk German nanti malam!

Hungary vs Belgium, 02.00 WIB (Senin 27 Juni 2016).


Inilah kejutan terbesar Euro 2016. Hungaria. Tim yang bisa saja mengirim pulang Christiano Ronaldo dkk ke kampung halamannya. Kemenangan 2-0 atas Austria adalah kejutan pertama yang dibuat oleh Hungaria. Selanjutnya adalah memimpin 3 kali atas Portugal. Jika bukan karena semangat juang yang berlipat ganda dari para pemain Portugal, pemain-pemain Hungaria pasti akan banyak mendapat sanjungan. Simple football yang dimainkan Hungaria sangat menarik. Dari 37 peluang ke gawang, 6 diantaranya berbuah gol. Jelas sekali dari sini kalau Hungaria efektif dalam memanfaatkan peluang. Pemain yang mentereng adalah Balazs Dzsudzsak. Pemain bernomor 7 ini nampak bermain simple dan tanpa beban. Punya passing terukur dan tembakan yang bagus. Orang inilah peluang Hungaria untuk melaju pada babak selanjutnya.

Setelah tampil tidak efektif pada partai awal melawan Italia, Belgia membayarnya di 2 partai selanjutnya melawan Irlandia dan Swedia. 4 gol berhasil mereka lesakan. Mengusung possession football yang mumpuni karena didukung pemain-pemain hebat di lini tengahnya tampaknya tidak menjamin Belgia memenangi partai dengan mudah. Adalah Romelu Lukaku yang Pandit Gadungan sorot sebagai titik lemah dari Belgia. Bermain di Everton membuat Lukaku lebih terbiasa dengan permainan kick n rush daripada possession football. Ini terlihat bagaimana cara Lukaku mencari posisi. Alih-alih bergerak mendekati teman untuk meminta bola, Lukaku lebih sering berlari menjauhi kawan ketika sedang menyerang. Ya maklumlah, mental klub yang struggling. Nama Divock Origi bisa menjadi jawaban untuk Belgia jika Lukaku masih bermain aneh lagi.

Melihat dari pertandingan-pertandingan kedua tim di atas, sekali lagi kita akan melihat Belgia memainkan possession football yang akan mendikte jalannya pertandingan. Darah-darah segar milik Belgia jelas menjadi ancaman serius untuk kiper Hungaria yang berusia 41 tahun itu. Kejelian Eden Hazard dan Kevin De Bruyne di lini tengah Belgia akan menjadi penentu akhir pertandingan. Jika semuanya lancar, mungkin Belgia bisa menang 3-1 atas Hungaria. Namun, Pandit Gadungan lebih senang melihat Hungaria melangkah ke babak 8 besar dengan mengantongi kemenangan 1-0 atas Belgia. Jadi? Ya beginilah kalau analisa dibuat dengan perasaan.

-----------------
Maka, sekali lagi Pandit Gadungan akan menunjukan sifat yang jumawa dalam memilih peserta babak 8 besar. Akan ada Perancis, German dan Hungaria yang lolos ke babak 8 besar bersama dengan Polandia, Wales dan Portugal. Silahkan jika tidak percaya. Karena nama Pandit Gadungan bukan hanya sekedar isapan jempol!

Udah ah, gitu aja. SEKIAN

Salam Pandit Gadungan!

Saturday, 25 June 2016

[Euro’16 Series] The Unexpected Round of 16!



DISCLAIMER: Ini merupakan tulisan dari seorang Pandit Gadungan, harap dimengerti jika didalamnya lebih banyak ke-sok tahu-an dibanding pemaparan data-data dan fakta yang akurat. Dengan membaca ini, berarti kamu sudah setuju dan mengizinkan tulisan ini untuk merasuki pikiranmu! Beware! Untuk para pemain judi akut, ingat, analisa di bawah tidak lah lebih penting dibandingkan dengan mimpi-mimpi kalian!

The Unexpected Round of 16


Yap, ini sepertinya pas untuk menggambarkan komposisi tim yang lolos ke babak 16 besar ini. Ada nama-nama tak biasa yang akan berpartisipasi di babak 16 besar ini dan peristiwa yang mungkin hanya bandar judi yang bisa memprediksinya. Lihatlah bagaimana sang Juara Bertahan, Spanyol, hanya finis di peringkat kedua di bawah Croatia, ataupun bagaiman 3 gol Gareth Bale berperan dalam kesuksesan Wales mengkudeta puncak klasemen dari Inggris, hingga lolosnya Portugal sebagai salah satu dari peringkat 3 terbaik tanpa membukukan kemenangan sekalipun di group stage.

Pembahasan data dan fakta yang terjadi di group stage bisa kamu dapatkan dari situs manapun. Maka dari itu, Pandit Gadungan tidak akan menyajikan tulisan sejenis. Simaklah jadwal pertandingan babak 16 besar Euro 2016 di bawah yang dibumbui dengan sedikit imajinasi dari seorang Pandit Gadungan!
Enjoy!


(diambil dari situ yibida.com)


Sabtu, 25 Juni 2016


Swiss vs Polandia, 20.00 WIB.


Babak 16 besar Euro 2016 ini dibuka dengan partai Swiss Vs Polandia. 

Swiss merupakan peringkat kedua di group A yang finish di bawah Perancis. Swiss memainkan pola possession football. Bedanya dengan German dan Spain, possession yang dimainkan Swiss bertujuan untuk menjaga bola jatuh ke lawan dan membuat peluang. Sesederhana itu. Lihat bagaimana Swiss selalu unggul ball possession di partai-partai group A, bahkan melawan Perancis yang punya midfielder menjanjikan. Artinya, Swiss mau sabar memegang bola di area nya menunggu lawan lengah dan terbawa naik ke daerahnya, lalu menyerang dengan mengandalkan kecepatan Xherdan Shaqiri dan kreativitas Granit Xhaka di tengah. Ga percaya? Swiss adalah tim dengan pass completion 91%, menyamai German. Ball possession rata-rata Swiss adalah 58%, hanya kalah dari German, Spanyol dan Portugal dengan 65% dan 61%. 

Bagaimana dengan Polandia? Finis di bawah German hanya karena beda goal difference, membuat Polandia tidak dapat diremehkan. Sama seperti Swiss, Polandia juga tidak terkalahkan di fasa group. Bedanya adalah Polandia berhasil meraih 2 kemenangan. Kemenangan yang irit, cukup 1-0 saja, melawan Northern Ireland dan Ukraina. Berbeda dengan Swiss yang terlihat memainkan possession football, Polandia memang bermain menunggu untuk melepaskan counter attack. Coba lihat 2 gol di fasa group dan peluang-peluang yang diciptakan Polandia selama fasa group. Bukan tanpa alasan, Polandia pasti berharap banyak dari tuah Robert Lewandowski di lini serangnya. Walaupun mungkin Lewandowski tidak memiliki rekan se-wah di Muenchen, tapi Lewandowski adalah tipe “rumput teki” yang bisa survive dan “menyakiti” siapapun!

Melihat pola permainan kedua tim, di mata Pandit Gadungan, pertandingan ini akan menjadi pertandingan yang cukup membosankan karena kedua tim akan sama-sama bermain menunggu. Swiss, akan memainkan possession football seperti biasa dan Polandia akan mencoba mencari celah untuk melakukan conuter attack dengan bola-bola panjang mereka. Tinggal lihat saja, tim mana yang lengah duluan. Prediksi ngawur Pandit Gadungan, Polandia akan mencetak gol lebih dulu dengan skema counter attack-nya, namun sayang, Swiss lah yang akan memenangi pertandingan dengan skor 2-1! Jadilah saksi bahwa nama Pandit Gadungan bukan hanya sekedar nama!

Wales vs Northern Ireland, 23.00 WIB.


Selanjutnya adalah partai Wales vs Northern Ireland.

Cukup mengejutkan memang bagi orang awam melihat Wales bisa finis di atas Inggris pada fasa group. Yah, walaupun bagi sebagian orang, squad Inggris yang dipenuhi para pemain Spurs tidak akan pergi kemana-mana kecuali untuk menyemarakan turnamen saja, jadi wajar ketika Wales lah yang menjadi pemuncak group nya. Melihat dari permainan, Wales adalah satu dari 2 tim yang punya rate 2 goals/match selain Hungaria. Dengan percobaan menembak ke gawang yang tidak begitu tinggi, 6 gol yang berhasil dicetak oleh Wales membuktikan bahwa mereka bermain efektif. Lupakan 2 gol bola mati dari Gareth Bale, 4 Gol lainnya adalah saksi bagaiman efektif nya lini tengah mereka bermain. Ke 4 gol tadi merupakan bukti nyata bagaimana efektif nya lini tengah Wales dalam memanfaatkan intercept serangan lawan. Kreatifitas dan kejelian Aaron Ramsey di lini tengah mereka sungguh sangat berperan. Ramsey selalu ada dalam ke 4 gol gol Wales tadi. Kalau ingin mengalahkan Wales, matikan Ramsey!

Northern Ireland. Well, sebagai Pandit Gadungan yang datanya tidak akurat dan miskin referensi, tidak banyak yang bisa digali dari tim ini. Berbekal kemenangan 2-0 atas Ukraina, Northern Ireland finis di peringkat ke-3 group B di bawah German dan Polandia. Mencetak 2 gol dan kebobolan 2 gol ternyata cukup untuk membuat Northern Ireland lolos sebagai salah satu peringkat 3 terbaik pada ajang Euro 2016 kali ini. Tidak ada pola permainan yang khas dari tim ini. Meskipun begitu, hanya kebobolan 1 gol dari German bisa dikatakan prestasi tersendiri. Ya, walaupun memang pada 2 pertandingan awal, lini depan German bermain kebingungan setelah Gotze dipaksa menjadi false 9 di depan.

Maka, dari analisa ngawur dan miskin data, sudah pasti Pandit Gadungan akan menjagokan Wales pada partai ini. Statistic sekali lagi akan membuktikan bahwa deretan angka historis bukan hanya hiasan atau perolehan kebetulan. Sekali lagi, perpaduan Ramsey-Bale akan berakhir harum pada pertandingan ini! 2-0 untuk Wales!

Croatia vs Portugal, 02.00 WIB (Minggu 26 Juni 2016)


Partai penutup di tanggal 25 Juni 2016 adalah partai seru antara Croatia vs Portugal.

Croatia membuat kejutan dengan mengalahkan Spanyol di partai terakhir group D. Ya, walaupun banyak yang bilang kalau Spanyol bermain setengah hati namun perjuangan Croatia patut diapresiasi tinggi. Ivan Perisic menjadi pemain yang kinclong pada fasa group. Mencetak gol pembuka di partai kontra Ceko dan membuat gol penentu kemenangan atas Spanyol membuatnya harus diwaspadai oleh Portugal. Selain itu, pergerakannya dari sisi kiri Croatia pun sangat efektif. Memang, Perisic bukanlah seorang trickster, tapi ia cukup jeli untuk membuat gerakan saat mengelabui lawan. Tapi, kunci nya bukan Perisic seorang. Croatia jelas memiliki lini tengah yang solid. Kalau Luka Modric sudah bisa bermain kontra Portugal, duetnya di lini tengah dengan Ivan Rakitic akan sulit diimbangi oleh Center Midfield dari Portugal yang hingga partai ketiga di fasa group nampak bermain masing-masing. Long Ball vertical khas Modric ataupun crossing dari sector sayap Croatia jelas akan menjadi makanan empuk untuk Mario Mandzukic.

Sama sekali tidak membukukan kemenangan pada fasa group membuat banyak pihak lagi-lagi harus yakin kalau magis Christiano Ronaldo itu tidak mempan di level Tim Nasional. Setelah bermain seperti “anak manja” di 2 pertandingan awal kontra Iceland dan Austria, CR7 membuktikan mentalnya pada laga terakhir kontra Hungaria. Tertinggal 3 kali pada partai tersebut, ternyata tidak meruntuhkan mental Portugal. 2 gol dari CR7 memaksa Hungaria harus bermain imbang 3-3 malam itu. Hasil yang ternyata cukup untuk membuat Portugal meraih tiket ke babak 16 besar melalui jalur peringkat 3 terbaik. Pelatih Fernando Santos sepertinya akan langsung menurunkan Ricardo Quaresma yang pada partai pertama sempat menjadi penghangat bangku cadangan. Kombinasi Nani, Ronaldo dan Quaresma seakan bisa menjadi jalan keluar untuk Portugal.

Dengan modal lini tengah yang solid, Croatia jelas akan bermain lebih sabar untuk menghadapi Portugal. Namun, agresifitas lini serang Portugal pasti akan mencoba membongkar pertahanan Croatia dari menit awal. Pemenang partai ini sepertinya akan ditentukan hingga saat-saat terakhir. Namun, jika lini pertahanan Croatia dapat bermain disiplin dan membuat CR7 frustasi seperti pada partai lawan Iceland, Croatia akan keluar sebagai pemenangnya. 2-1 untuk Croatia!


Ya. Demikianlah pandangan ngawur dari Pandit Gadungan untuk partai-partai pada hari pertama fasa 16 besar ini. Jadi, 3 tim pertama yang akan maju ke Babak 8 Besar adalah Swiss, Wales dan Croatia.

Kamu juga pasti punya pertimbangan sendiri. Catat prediksi di atas, dan bandingkan hasilnya nanti. Jadilah saksi kalau nama Pandit Gadungan bukan hanya isapan jempol! 

Untuk para bandar judi, berdoalah banyak yang mengikuti prediksi di atas sehingga kalian para bandar mungkin akan menang banyak!

Udah ah, gitu aja. SEKIAN


Salam Pandit Gadungan!